Artikel Jahe Indonesia

Cara Menanam Jahe Merah Polybag

CARA TANAM JAHE MERAH POLYBAG

- | Minggu, 22 September 2013 - 12:17:00 WIB | dibaca: 12300 pembaca

Budidaya jahe merah Polibag merupakan episiensi lahan bagi  masyarakat perkotaan yg ingin bertani/bercocok tanam.

Budidaya Jahe merah Bibit Unggul Jahira 1.dg pola polibag..jangan disepelekan…

 

Analisa Usaha Budidaya Jahe merah Bibit Unggul jahira 1.media polybag dg sistim pemupukan NAP.

          Memilih tanaman budidaya yang tepat memang sangat berpengaruh pada hasil dan keuntungan yang akan didapat, namun jika terlalu lama memilih tanaman yang tepat maka keuntungan yang diharap akan terlewat karena musim, dan harga biasanya berkaitan, dimana musim yang kurang mendukung harga komoditi tertentu mencapai harga tertinggi, dan sebaliknya saat musim baik dan banyak orang berbudidaya biasanya hargapun juga turun hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk mencegah hal itu terjadi, maka Petani tak perlu tunggu musim atau rame- rame menanam, sehingga tidak lagi terjadi “panen massal”, dengan demikian tak perlu terjadi penurunan harga dikarenakan terlalu banyak stok dan menurunnya,jumlah.permintaan. 


    Kita tentukan saja pilihan kita kali ini pada tanaman budidaya Jahe Merah.Tanaman ini tak terlalu sulit dalam berbudidayanya. Cukup di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah-buahan ), Media tanam bisa menggunakan Polibag/Karung/Glangsing/ yang telah diisi Bokashi dan tanah dengan perbandingan 1: 3. Pengisian media tanam awalnya hanya perlu diisi setinggi kira-kira 15 cm.

        Sebagai pertimbangan nilai ekonomi Polybag yang diisi 2 - 3 tunas bibit Jahe dalam waktu 8 - 10 bulan bisa berkembang menjadi 5 - 7,5 kg./polibag, (jika menggunakan cara konvensional, estimasi 1 rumpun/polibag hanya kisaran 2 kg). Itulah potensi keuntungan yang bisa kita dapatkan, tentu dengan PEMUPUKAN yg INTENSIP serta menggunakan PUPUK cair,ZPT. NAP.bukan Pola Konvensional. 

      Dengan perawatan yg sangat sederhana yakni pemupukan berkala dengan Bokashi dan PUPUK NAP yang dikocorkan maupun disemprot pada bibit yang ditanam, penyemprotan dan pengocoran ZPT NAP hanya perlu dilakukan 2 minggu sekali dan penambahan Bokashi dilakukan seiring pertumbuhan tunas sampai Polybag terisi dengan ketinggian 80%. Setelah Polybag terisi Tanah dan Bokashi, maka yang,dilakukan.tinggal.perawatan,sampai.panen,antara.8–10.bulan.


        Dan seandainya semua mau bergerak memanfaatkan tanah kosong , di pot-pot, polybag, atau pekarangan kita yang tersisa, meskipun tak begitu luas seperti program pemerintah ‘Apotik Hidup’ beberapa tahun lalu, maka kampung tempat kita tinggalpun akan mampu swasembada Jahe, bahkan tak menutup kemungkinan menembus pasar dunia.


PEMBIBITAN :
        
Untuk bibit jahe yang sudah siap tanam / atau yang sudah bertunas skitar 5-10 cm. Ada beberapa teknik penyemaian. Disini di bahas salah satunya yaitu :- penyemaian jahe dalam kotak kayu.-Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung  lalu dicelupkan dalam larutan  (Pestisida Herbisida E Fungisida O C) selama 15 menit lalu keringkan. (Larutkan 1 tutup ke dalam 14 liter air, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, diamkan selama 15 menit, larutan telah siap untuk digunakan).

           Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh NAP sekitar 6 jam. ( Larutkan 5 tutup ZPT NAP dengan 14 liter air, tambah 2-3 sendok makan gula pasir, diamkan terlebih dahulu selama 15 menit), larutan siap digunakan. Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering.Benih telah siap disemaikan. 
Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: isi kotak kayu dengan tanah+bokashi 3:1 lalu benamkan rimpang jahe tutup dgn tanh/daun kering tipis-tipis, rawat dengan menyirami 2x sehari.Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah siap dipindah ke karung/polibag/keranjang tanam

         Bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme, dan sekam padi. Kompos yang sudah jadi dapat digunakan sebagian untuk proses pengomposan berikutnya, sehingga proses ini dapat diulang dengan cara yang lebih efisien. Starter yang digunakan amat bervariasi, dapat diinokulasikan dari material sederhana seperti kotoran hewan, jamur, spora jamur, cacing, ragi, acar, sake, miso, natto, anggur, bahkan bir, sepanjang material tersebut mengandung organisme yang mampu melakukan proses pengomposan.
      Dalam proses pengomposan di tingkat rumah tangga,
sampah dapur umumnya menjadi material yang dikomposkan, bersama dengan starter dan bahan tambahan yang menjadi pembawa starter seperti sekam padi, sisa gergaji kayu, ataupun kulit gandum dan batang jagung (Yusuf, 2000). Mikroorganisme starter umumnya berupa bakteri asam laktat, ragi, atau bakteri fototrofik yang bekerja dalam komunitas bakteri, memfermentasikan sampah dapur dan mempercepat pembusukan materi organik.
       Umumnya pengomposan berlangsung selama 10-14 hari. Kompos yang dihasilkan akan terlihat berbeda dengan kompos pada umumnya; kompos bokashi akan terlihat hampir sama dengan sampah aslinya namun lebih pucat. Pembusukan akan terjadi segera setelah pupuk kompos ditempatkan di dalam
tanah. Pengomposan bokashi hanya berperan sebagai pemercepat proses pembusukan sebelum material organik diberikan.ke.alam.
      Pupuk Bokashi, menurut Wididana et al (1996) dapat memperbaiki sifat
fisika, kimia, dan biologi tanah, meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi tanaman, serta menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang berwawasan lingkungan. Pupuk bokashi tidak meningkatkan unsur hara tanah, namun hanya memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, sehingga pupuk anorganik masih diperlukan (Cahyani, 2003). Pupuk bokashi, seperti pupuk kompos lainnya, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kandungan material organik pada tanah yang keras seperti tanah podzolik sehingga dapat meningkatkan aerasi tanah dan mengurangi bulk density tanah (Susilawati, 2000, dan Cahyani, 2003). Berdasarkan hasil penelitian Cahyani (2003), Penambahan pupuk bokashi berbahan dasar arang sekam padi dapat meningkatkan nilai batas cair dan batas plastis tanah latosol, namun terjadi peningkatan indeks plastisitas.Penambahan bokashi arang sekam padi juga berpengaruh terhadap kekuatan geser tanah dan peningkatan tinggi maksimum tanaman.Bokashi juga dapat digunakan untuk mengurangi kelengketan tanah terhadap alat dan mesin bajak sehingga dapat meningkatkan performa alat dan mesin bajak (Yusuf, 2000), dengan pengaplikasian bokashi sebelum pengolahan tanah dilakukan.
 
PENANAMAN :

Siapkan alat dan bahan : - cangkul / sekop (untuk mengaduk)

                                              - karung / polibag / keranjang (pakai yg bekas )

                                              - ember,-bokasi,-tanah

    Ambil rimpang jahe dari kotak penyemaian kemudian patah-patahkan dengan tangan rimpang jahe tersebut menjadi 2-3 ruas dimana 1 ruasnya terdapat minimal 2 mata tunas. 
Lalu buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3:1 . Masukkan campuran tanah dan bokashi ke dalam karung/polibag/keranjang dengan ketinggian sekitar 15cm , jika menggunakan media karung sesuaikan terlebih dahulu tinggi karung dengan cara menekuk bagian atas karung seperti gambar paling.atas.agar.ketinggian.sesuai.
kemudian masukan tunas bibit jahenya, ( satu karung bisa diisi sekitar 3-4 titik tanam  untuk hasil yang maksimal)
Setelah selesai penanaman keseluruhan siram dengan air . Selama sekitar seminggu lakukan penyiraman rutin-pagi.dan.sore.agar.tunas.tidak.layu/kering.

PERAWATAN/PEMUPUKAN


Sirami tiap hari minimal sehari sekali, tapi jika cuaca panas atau musim kemarau sebaiknya siram 2 x sehari.
Sekitar usia 2-4 minggu lakukan pengocoran dengan fermentasi PUPUK CAIR NAP.
( 5 tutup, Gula 3 sendok makan, Urine 2 liter, Feses 2 liter, difermentasi 24 jam). setelah fermentasi jadi campur dengan 15 liter air lalu gunakan untuk mengocor/ menyiram.
Lakukan penyemprotan dengan NAP,PUPUK CAIR dan ZPT,NAP secara bergantian dengan interval 2minggu-4 minggu sekali.
(bahan untuk menyemprot PUPUK CAIR NAP/ZPT 5 tutup, Gula 3sendok, bisa ditambah urine 0,5 liter fermentasi 24jam) kemudian campur air 1 tangki dan siap disemprotkan.
Lakukan pengurukan kembali dengan tanah + bokashi (3:1) pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat rimpang jahe yang menyembul keluar timbun/uruk sekitar 10cm. 
Lakukan pengurukan ini berulang-ulang seiring pertumbuhan jahe hingga usia sekitar 8 bulan atau sampai karung /polibeg / keranjang terisi penuh dengan tanah urukan.


       Dengan teknik pengurukan seperti ini kita akan mendapatkan hasil yang lumayan melimpah, karung /polibag/keranjang kita akan terisi penuh dengan rimpang jahe.
bahkan ada salah satu mitra PETANI  yang panen jahe satupolibag ukuran 60x60/karung/keranjang berisi 20kg jahe wooww....dahsyat bukan...???. bias dilihat di you tobe internet.
Jika langkah-langkah diatas sudah kita lalui selama 8-10 bulan, sudah saatnya jahe kita siap dipanen. 

 GAJIAN TIAP BULAN

 Banyak orang beranggapan "bertani itu tidak bisa memberi penghasilan tiap bulannya", Bertani hanya memberi penghasilan pas pada waktu panen saja.Menurut saya anggapan ini 100% salah, buang jauh2 anggapan.seperti.itu.
Bagaimana cara mempunyai penghasilan tiap bulannya dari bertani disini kita akan membahasnya. 

Ya salah satunya dengan cara menanam jahe dengan media polibag.

Caranya tiap bulannya kita musti tanam jahe ya misal 18.000 polibag./thn dg.diawali tiap bulannya kita tanam jahe. Contoh misal bulan january minggu awal kita tanam 1500 polibag jahe,=100kg.bbt, maka bulan february di minggu awal berikutnya kita tanam lagi 1500 polibag, begitu juga bulan maret dan bulan-bulan berikutnya. 

Kalau.tanam.terus.kapan..panennya….hehe..??
Biasanya jahe sudah bisa dipanen di usia 8-10 bulan. Jadi untuk jahe yang kita tanam di bulan january kita panennya di bulan september awal, bulan oktober panen di bulan juni, juli,panen dibln maret, begitu seterusnya sehingga mulai bulan november sampai kedepan kita akan mempunyai penghasilan tiap bulannya..
Untuk skema tanam dan waktu panen bisa dilihat dari tabel di bawah ini./100.kg bibit/bulan

Waktu Tanam

Jumlah Tanam

Waktu Panen

    January

1500.plbg

septmber

February

1500.plbg

  oktober

    Maret

1500.plbg

nopember

    April

1500.plbg

desember

    Mei

1500.plbg

  januari

    Juny

1500.plbg

  pebruari

    July

1500.plbg

  maret

   agustus

1500.plbg

  april

   September

1500.plbg

  mei

   Oktober

1500.plbg

  juni

November

1500.plbg

  juli

Desember

1500.plbg

  agustus


Hitung-hitunganya gimana?berapa rupiah yang kemungkinan bisa kita hasilkan tiap bulan.
Modal.budidaya/100kg.bibit.unggul.jahira1jahe-merah.

Bibitjahe100kg.x.@Rp.65.000,                   Rp.6.500.000    
Polibag.1500pcs(50x50)
.x.@Rp.1.500/pcs.   Rp.2.250.000        
Pupuk.NAP,bokasi,zpt/kohe+tenagakerja     Rp.3.000.000                                        

TOTAL                                                   Rp.11.750.000                 
Hasil.panen :                            
      Tanaman jahe media polibag dengan pola NAP bisa menghasilkan 5 s/d 7,5 kg tiap polibag,Tapi disini kita ambil contoh hasil terendah saja misalkan saja 1 polibag menghasilkan 2- kg jahe dan hargajual/kg.jahe.Rp.10.000.
Maka:1500.polibag.x.2kg=3000kg(3ton).x.Rp.10.000.=Rp.30.000.000.dikurangi
modal.Rp.11.750.000.-Hasilpanen=3000kg.rimpang.Rp30.000.000.-modal.Rp.11.750.000=Rp.18.250.000/8bulan=Rp.2.281.250.(Rp.30.000.000.-.Rp.11.750.000.=Rp.18.250.000).dibagi.8.bulan=Rp.2.281.000/bulan.
Jadi bisa kita ketahui nantinya mulai bulan januari sampai terus kedepan kita akan mendapat penghasilan Rp.2.281.250. hasil ini bisa lebih jika hasil panen kita bisa maksimal dan harga jual jahe naik. 

Jenis Tanaman Jahe

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

1.     Jahegajah(cimanggu.1,2,3) ataujahe badak. Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenisjahe ini bisa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahesegar maupun jahe olahan.

2.     Jahe putih atau jahe emprit.(helina,1,2,3,4) Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung.Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahegajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.

3.     Jahe merah.(jahira,1,2) Rimpang berwarna merah dan lebih kecil daripada jaheemprit, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri(3,48) yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Manfaat Tanaman Jahe

           Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman.Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup.Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

       Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Klasifikasi

Divisi                  :  Spermatophyta

Sub-divisi         :  Angiospermae

Kelas                  :  Monocotyledoneae

Ordo                  :  Zingiberales

Famili                 :  Zingiberaceae

Genus               :  Zingiber

Species      :  Zingiber officinale

 

Sentra Budidaya Jahe

           Terdapat di seluruh Indonesia, ditanam di kebun dan di pekarangan./polibag. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia.bahkan mulai akhir bulan ini kami akan melakukan kontrak kerja dg Saudi Arabia untuk export jahira.1(jahe merah).50-75.ton/bln.selama 2 tahun.

 

Syarat Pertumbuhan :

Iklim

        Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya matahari 70 - 100%. Dengan kata lainpenanaman jahe sebaiknya dilakukan di tempat terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. Suhu udara optimum budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC.

 

Tanah

     Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah subur, gembur dan banyak mengandung humus.Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.

 

Ketinggian Tempat

         Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 - 2.000 m dpl.Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.

 

Hama Penyakit Tanaman Jahe

   Beberapa penyakit penting pada tanaman jahe yang umum dijumpai, terutama jahe putih besar, adalah layu bakteri (Ralstonia solanacearum), layu fusarium (Fusarium oxysporum), layu rizoktonia (Rhizoctonia solani), nematoda (Rhodopolus similis) dan lalat rimpang (Mimergralla coeruleifrons,Eumerus figurans) serta kutu perisai (Aspidiella hartii). Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari penyimpanan bibit dan pada saat pemeliharaan dengan interval 14 hari sekali. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk cair atau vitamin-vitamin yang mendorong pertumbuhan jahe










Komentar Via Website : 6
Jam Tangan
26 November 2013 - 12:29:54 WIB
Terimakasih sudah berbagi informasi.
http://jr2.co
dyah hayu restuti
07 Desember 2013 - 13:03:01 WIB
saya ada niat untuk memulai bisnis tanam jahe merah, untuk pemula saya belum punya link untuk menjual jahe saya, kira2 bagaimana dan dengan siapa baiknya bekerjasama untuk penjualan jahe merah ini. thanks
rudy
23 Desember 2013 - 10:43:22 WIB
saya ingin memulai budidaya jahe merah ini tapa saya blm tahu kemana harus mencari bibit jahe merah ini yag baik dan berapa harganya
marwan
20 Januari 2014 - 15:01:37 WIB
setelah membaca artikel ini aq langsung mencari bibit n alhamdulillah sudah mulai menyemai bibit, semoga semuanya berjalan lancar n mendapatkan hasil yg memuaskan, Amiiiin.... sukses untuk semuanya,.....
Jam Tangan
17 Februari 2014 - 08:50:53 WIB
Websitenya menarik sekali. http://pj2.co
kata kata galau malam minggu
24 Maret 2014 - 11:49:38 WIB
artikelnya bagus sekali,thanks sudah berbagi..
http://cinta009.blogspot.com/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)